Disampaikan oleh bu Septriana, bahwa bahasa cinta itu setidak nya ada 5 macam dan masing-masing orang punya kecenderungan yang berbeda.

  1. Bahasa Cinta verbal
    Mengungkapkan cinta & kasih sayang melalui ucapan langsung. Biasa nya sebagian besar perempuan lebih cenderung ke bahasa cinta verbal untuk menyampaikan perasaan atau membutuhkan ucapan kasih sayang dari pasangan (yang halal). Inti nya sering di puji, di kasih perhatian lewat ucapan sayang, I love U dll akan sangat berharga bagi perempuan yang menomor satukan bahasa cinta verbal.
  2. Bahasa Cinta Sentuhan
    Menurut penelitian, dalam sehari setidak nya kita membutuhkan 8 – 12 kali sentuhan dari pasangan yang halal. Sentuhan ringan dan lembut, misal nya di usap kepalanya, di peluk dan di cium di kening akan sangat berharga bagi seseorang yang cenderung ke bahasa cinta sentuhan. Seorang istri akan yang mengutamakan bahasa cinta ini, akan merasa bahagia dan merasa di cintai dengan hanya di usap kepalanya oleh suami. Begitupun sebaliknya, suami yang cenderung dengan bahasa cinta sentuhan, akan sangat bahagia kalau sering di peluk oleh istri. Bahasa cinta sentuhan yang di maksud ini bukan making love / hubungan badan. Tapi lebih ke bentuk perhatian yang di tampak kan melalui sentuhan lembut, pelukan dan ciuman sederhana.
  3. Bahasa Cinta waktu yang berkualitas
    Saya agak bingung dengan yang ini,…hehe, kalau menurut saya mungkin inti nya adalah memanfatkan waktu yang berkualitas untuk melakukan banyak hal dengan keluarga. Bu Septri memberi contoh salah satu adalah membacakan buku atau bermain bersama anak.
  4. Bahasa Cinta hadiah
    Hadiah dijadikan simbol bahwa kita mencintai suami / istri / anak. Orang dengan kecenderungan ini akan merasa di cintai kalau di beri hadiah dari pasangan atau anak. Begitupun sebaliknya, dia akan memberi hadiah kepada orang yang di cintai nya.
  5. Bahasa Cinta pelayanan
    Mengungkapkan cinta dalam bentuk pelayanan. Ini lebih banyak di lakukan para suami. Dengan memberi pelayanan kepada keluarga dengan bekerja, memenuhi kebutuhan hidup keluarga, itu sudah merupakan bentuk cinta kepada keluarga. Suami merasa tak perlu mengungkapkan kata cinta kepada istri, cukup dengan pelayanan yang maksimal sebagai kepala keluarga. Dan ketika istri melayani suami, misal dengan membuatkan minum, memperhatikan keperluan nya, di sini lah suami akan merasa sangat di cintai.